Minggu, 26 Oktober 2014

Peringatan 1 Muharram 2014 "Bangkitkan kesadaran Umat mencintai keIslamannya" Desa Tulungrejo



     Pare - Peristiwa hijriyahnya Nabi dari Makkah menuju Madinah yang masuk dalam tinta sejarah islam yang senantiasa diperingati sebagai tahun baru Islam.  Tanggal 1 Muharam disebut sebagai awal penghitungan kalender umat Islam...Dan pada 1 Muharram Awal tahun Hijriyah di Indonesia Hari Besar Islam yang diakui pemerintah. Sehingga pada hari itu, segala kegiatan resmi pemerintahan diliburkan.
     Peringatan Tahun Baru Islam di Kampung Inggris Pare dilaksanakan di Jalan Anyelir Tulungrejo yang kali ini diadakan oleh Yayasan Ittihad Darul Fallah dengan Pentas Seni dan Pengajian Akbar, juga Bazar Rakjat. 
    Uraian Hikmah Pengajian Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 H ini disampaikan Ustadz Sujono,S.Ag.,M.Pd.I bahwa peristiwa hijrah Nabi yang bersejarah itu adalah  awal mula Tahun Baru Islam yang dikenal dengan Hijriah. Kota Yatsrib kemudian berganti nama menjadi Madinah Al-Munawwarah atau Madinatur Rasul. Dari kota Madinah-lah cahaya kasih sayang dan perdamaian memancar ke seluruh dunia hingga kapanpun, sepanjang umat Islam mampu menjaga risalah Rasulullah SAW.  
"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( An Nisaa: 100)"
Dari sekian banyak hikmah hijrah, Surat An Nisaa ayat 100 memberikan gambaran betapa hijrah kepada Allah dan Rasul akan membuat lapang dada, akan membuat kehidupan dunia membahagiakan. Benar memang terlihat seperti perjuangan fisik yang berat namun ruhani terasa bahagia karena semuanya dilakukan untuk Allah, bukan untuk mahluk.
Jadi seseorang yang melakukan hijrah pada era sekarang bermakna bahwa dia secara ruhiah perlu mengukuhkan diri kecintaan kepada Allah SWT. Perlu sambungan yang erat dengan Allah melalui ibadah yang sudah ditetapan seperti Shalat, Zakat, Puasa dan Haji.
Ibadah seperti itulah yang akan menguatkan ruhiah. Akan meluruskan niat dan memperbaiki kedekatan dengan Allah dari waktu ke waktu. Bertambah umur kita berarti berkurang jatah kehidupan di dunia. Maka Tahun Baru Hijriyah merupakan momentum untuk meningkatkan Dzikrullah setiap saat.
STAN BAZAR ORGAN WANITA ISLAM CABANG PARE
POSE PANITIA ACARA PERINGATAN MUHARAM

  
"Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (Al Anam:162)"

Bazar Murah Tahunan di Desa Tulungrejo Pare 2014 [ red.Kampung Inggris]


 So, hikmah yang dapat kita petik yaitu :

  • Menghindari hal2 yang tidak bermanfaat  untuk tidak diulangi lagi di tahun  baru ini;
  • Memaksimalkan ibadah kita kepada Allah baik ibdah wajib, sunnah, amalan2 kecil dan mendekat dengan orang2 sholeh juga menyantuni fakir miskin dan anak yatim piatu; serta
  • Mengawali dengan niat yang ikhlas karena Allah semoga tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat bagi keluarga maupun masyarakat muslim lainnya. (agsa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar